BAB
2
Mengapresiasi
dan mengkreasikan fabel
A.
Memahami dan
mengenali ciri fabel
v Ciri ciri fabel :
-
Fabel
mengambil tokoh para binatang
-
Watak tokoh
para binatang digambarkan ada yang baik dan ada yang buruk ( seperti watak
manusia ).
-
Tokoh para
binatang bisa berbicara seperti manusia
-
Cerita
memiliki rangkaian peristiwa yang menunjukkan kejadian sebab akibat. Rangkaian
sebab akibat diurutkan dari awal sampai akhir.
-
Fabel
menggunakan latar alam ( hutan, sungai, kolam )
-
Ciri bahasa
yang di gunakan :
a. Kalimat naratif / peristiwa
b. Kalimat langsung yang berupa dialog para tokoh
c. Menggunakan kata sehari hari dalam situasi
tidak formal
-
Menunjukkan
penggabaran moral/unsur moral dan karakter manusia serta kritik tenntang
kehidupan ( cerita moral).
-
Menggunakan
gaya penceritaan yang pendek
-
Menggunakan
pilihan kata yang mudah
-
Terdiri atas
empat bagian, yaitu perkenalan, muncul konflik/masalah, masalah memuncak,
penyelesaian.
v Unsur Instrinsik Fabel :
-
Tema =
gagasan yang mendasari cerita
-
Alur =
rangkaian peristiwa yang membangun cerita /
jalan cerita
-
Penokohan =
pemberian karakter pada tokoh
-
Latar/setting
= tempat, waktu, suasana dalam cerita
-
Amanat =
pesan yang disampaikan pengarang dalam cerita ( eksplisit / implisit )
-
Tokoh =
pelaku dalam cerita
Ciri tokoh utama :
a. Sering di bicarakan
b. Sering muncul
c. Menjadi pusat cerita ( menggerakkan jalan
cerita )
§ Penggunaan konjungsi pengurutan pada fabel = sesudah,
sebelum, lalu, mula-mula, kemudian, selanjutnya, setelah itu, atau akhirnya.
v Jenis jenis fabel
1. Menggunakan koda = mulai terjadi masalah ->
klimak -> resolusi -> koda
2. Tidak menggunakan koda = = mulai terjadi
masalah -> klimak -> resolusi
3. Fabel alami = menggunakan laatar alam ( di
hutan, sungai,laut, rawa , dsb )
4. Fabel adaptasi = menggunakan latar tempat lain
5. Menurut waktu kelahiran
a. Fabel tradisional
-
Ceritanya
sangat pendek, tema sederhana
-
Kental
petuah / moral
-
Sifat hewani
masih melekat
b. Fabel modern
-
Ceritanya
bisa pendek/panjang, tema lebih rumit
-
Merupakan
epik/ saga
-
Karakter
masing masing tokoh unik
-
Tidak
mengikuti kehewanannya
6. Menurut Isinya
a. Fantasi = berisi fantasi / khayalan
-
Menggambarkan
dunia yang tidak nyata
-
Dunia mirip
dengan kenyataan dan menceritakan hal hal aneh
-
Menggambarkan
suasana yang asing dan peristiwa peristiwa yang sukar di terima akal.
b. Fiksi ilmiah
-
ulasan
ulasan materi yang bersifat keilmiahan
-
didasarkan
pada hipotesis tentang ramalan yang masuk akal
v struktur isi :
a. judul
b. orientasi ( perkenalan )
c. komplikasi ( muncul masalah )
d. klimaks ( masalah memuncak )
e. penyelesaian ( resolusi )
f. amanat /
pesan
v ciri ciri bahasa :
a. memuat kata kata sifat
b. memuat kata kata keterangan = latar/setting
c. memuat kata kerja
d. terdapat sudut pandang ( point of view )
B.
Menceritakan
Kembali Isi Fabel
1. Membaca secara keseluruhan isi cerita
2. Mencatat tokoh dan perwatakan
-
Tokoh
sentral
-
Tokoh
bawahan
-
Tokoh latar
3. Mencatat latar cerita
4. Mencatat alur cerita
5. Menceritakan kembali isi fabel
C.
Menelaah
Struktur dan Bahasa Fabel
v struktur fabel
1. orientasi
pengenalan tokoh,latar, watak tokoh, dan
konflik
2. komplikasi
muncul masalah hingga masalah memuncak
3. resolusi
penyelesaian masalah
4. koda
nilai moral pada akhir cerita
5. evaluasi
penilaian terhadap jalannya cerita
6. reorientasi
penyimpulan isi akhir cerita
v Variasi Pengungkapan Struktur Fabel
·
Diawali
dengan deskripsi latar
“ pagi itu sang mentari menampakkan diri dengan
senyuman terindahnya”
·
Diawali
dengan latar dan kegiatan tokoh
“ di keheningan malam kura kura nampak tidur
pulas bersama katak sahabat baiknya”
·
Di awali
dengan latar di masa lalu
“ pada zaman dahulu hiduplah sekelompok gajah
raksasa “
-
Ciri ciri
bahasa orientasi : di sebuah hutan...
·
Di awali
dengan konflik batin
“ semakin lama kura kura merasa hidupnya tidak
berguna lagi. Dia merasa hanya bisa merepotkan teman temannya “.
·
Di awali
dengan konflik fisik
“ ketika gajah memasuki areal perkampungan
semut merah, tanpa di duga pasukan semut merah tiba tiba menyerangnya “
·
Di awali
dengan perubahan latar dan peristiwa tiddak mengenkkan tokoh
“ bulan berganti bulan, tahun berganti tahun.
Ternyata semua keadaan tak ada yang abadi. Persahabatan gajah dan semut di
landa perpecahan. Semut mulai mengkhianati persahabatan itu.”
-
Ciri bahasa
komplikasi : tiba tiba.... , tanpa di duga ...... , tidak di sangka sangka ....
·
“Ketegangan
memuncak keadaan tak dapat di kendalikan lagi. Pertengkaran semakin menjadi dan
kondisi hutan habis terbakar”
·
“Kesabarannya
menghadapi kasuari yang sombong itu telah habis.....
·
“ cici terus
berlari di kejar singa. Meski sekuat tenaga berlari dia tertangkap juga. Cici
suudah terseok seok kelelahan. Sementara singa sudah semakin dekat. Tiba tiba
hup ada yang menarik kakinya kebalik semak. Dia menjerit ketakutan.”
·
“ ketak
terus berjalan dan terus menghina hewan hewan lain yang di temuinya. Setelah semut dan ikan di hinanya, kini
giliran burung di hina oleh katak. Burung membalas menghina katak.”
-
Ciri ciri
bahasa klimaks = semakin... , pada puncaknya kesabarannya tak bisa di
bentuk....
·
Di awali
dengan meredanya konflik
“ akhirnya masalah menjadi jelas. Tak ada salah
paham lagi diantara kelompok gajah dan semut.”
·
Di awali
dengan dialog yang menandakan amannya keadaan
“ ayo cepat ci...” dengan rasa kebersamaan
akhirnya merekapun selamat
·
Ternyata
kura kura yang menyebabkan kesalahpahaman ini
-
Ciri bahasa
resolusi = dia menyadari... , akhirnya ...
-
Ciri isi
resolusi :
a. Menyatakan pemecah masalah atau kondisi akhir
peristiwa
b. Akibat dari semua perilaku tokoh
c. Ganjaran yang di terima tokoh
d. Perubahan watak tokoh menjadi baik
·
“ pelajaran
yang dapat kita ambil dari cerita itu adalah ...
·
“ kuda
berkulit harimau yang mejadi tokoh itu melambangkan bahwa sepandai pandai nya
orang berpura pura .....
·
Deskripsi
fisik tokoh ( fani adalah kelinci yang lucu. Bulunya putih bak mutiara.matanya
sebening air danau...)
·
Kegiatan
tokoh ( singa mengaum menunjukkan taringnya yang putih dan tajam. Ia menggaruk
garuk tanah mennadakan amarahnya...)
·
Dialog tokoh
dengan diri sendiri/monolog (“ ah...kue ini pasti enak sekali jika kumakan
sendiri tanpa kubagi dengan mereka.” Gumamnya dalam hati
·
Dialog
dengan tokoh lain ( “ah..kamu tidak bisa terbang karena kakimu kecil, kata
katak pada semut. “ jangan menghina, katak” burung berkata bijak.
·
Judul
berasal dari nama tokoh
-
Cici dan
serigala
-
Kelinci dan
tikus
·
Judul di
kembangkan bberdasarkan sifat tokoh
-
Tikus yang
baik hati
-
Gajah
penolong
-
Merak yang
pemurah
·
Judul
diambil dari tema
-
Semua
istimewa
v Unsur Kebahasaan Dalam Cerita Fabel
a. Penggunaan kata sifat / adjectiva : menerangkan
kata benda
Ciri ciri :
1. Dapat bergabung dengan partikel tidak, lebih,
sangan, agak
Contoh : tidak sakit, lebih cantik, sangat
rajin, agak kasar
2. Dapat mendampingi kata benda
Contoh : baju baru, orang tampan, mobil kuno
3. Dapat diulang dengan imbuhan se-nya
Contoh : sebaik baiknya, serendah rendahnya,
sesabar sabarnya
4. Dapat diawali oleh imbuhan ter- yang bermakna
paling
Contoh : terhebat hebatnya, terpandai, tercantik, termurah
o
Berdasarkan
bentuknya kata sifat di bedakan sebagai berikut :
1. Kata sifat dasar
a) Kata sifat dasar yang dapat di ikuti kata
sangat dan lebih
Contoh : adil, ajaib, gemuk, kurus, kagum,
lapar, cukup, bahaya, pelit, jahat.
b) Kata sifat dasar yang tidak dapat diikuti kata
sangat dan lebih
Contoh : buntu, genap, langsung, musnah, tentu,
gaib,cacat
2. Kata sifat turunan
a) Kata sifat turunan berafiks
Contoh : termiskin, termahal, tercenung
b) Kata sifat bereduplikasi
Contoh : pandai-pandai, cantik-cantik, tua-tua,
berat-berat
c) Kata sifat ke-R-an atau ke-an
Contoh : kegerahan, kemerah-merahan,keramaian
d) Kata sifat berafiks –i (atau alomorfnya)
Contoh : alami, alamiah, hewani,nabati,
manusiawi,jasmani, insani,rohaniah
e) Kata sifat yang berasal dari berbagai kelas
kata melalui proses berikut.
ü Deverbalisasi
Contoh : memelukan, melengking, mencekam,
merangsang, terpaksa, tersinggung, terharu, terhormat
ü Denominalisasi
Contoh : berbahaya, berdusta, berhati hati,
dermawan, budiman, meradang, menyimpang, pemarah, penyayang, rahasia, siang,
sukses, tinggi
ü Deadverbialisasi
Contoh :
berkurang, bertambah, menyengat, melebih, bersungguh sungguh, mungkin
ü Denumeralisasi
Contoh : mendua, manunggal, menyeluruh
ü Diinterjeksi
Contoh : aduhai, sip, wah
3. Kata sifat majemuk
a) Subordinatif
Contoh : buta warna, besar mulut, busuk hati,
kepala dingin, pahit lidah, rendah hati, panjang tangan, tinggi hati
b) Koordinatif
Contoh : gagah berani, aman sentosa, besar
kecil, letih lesu, lemah gemulai, porak poranda
b. Penggunaan sinonim dan antonim
Sinonim yaitu kata kata yang memiliki kesamaan
arti/makna
Antonim adalah kata kata yang berlawanan
arti/makna
D.
Berlatih
Memerankan Isi Fabel
Langkah langkah :
1. Merancang tokoh, watak , dialog, latar sesuai
isi fabel yang dibaca
2. Menentukan urutan cerita fabel
Buatlah kerangka urutan peristiwa cerita fabel
3. Merancang pemeran dari fabel yang dibaca
-
Rancang
kalimat narasi, dialog dialog tokoh, dan musik pengiring/suasana/properti yang
sesuai isi fabel
-
Tentukan
narator, pemain, pengiring musik, dan pelengkap properti
-
Bentuk
kelompok dan berlatihlah mengucapkan dialog dialog tersebut dengan intonasi dan
gerak gerik yang sesuai
4. Melakukan adu kreatif pemeran fabel
Perankan fabel secara berkelompok dan kelompok
lain akan menilai.
Saya bertirima kasi karena sudah memberikan jawabam yg benar
BalasHapusTerima kasih
BalasHapusTy
BalasHapus