Mengapresiasi Dan Mengkreasikan Fabel

BAB 2
Mengapresiasi dan mengkreasikan fabel
A.  Memahami dan mengenali ciri fabel
*      Secara etimologis fabel berasal dari bahasa latin “fabulat” yang berarti erzahlung dalam bahasa Jerman.
*      Menurut kamus Jerman PONS fabel adalah cerita pendek yang di dalamnya di perankan oleh hewan sebagai pemeran utamadan pembaca di ajarkan tentang moralitas.
*      Bahasa asli dalam kamus Jerman PONS = “ eine kurze geschicte, in der meist tiere die hauptrolle spielen, und die den leser moralisch belehren will”.
*      Dijawa fabel di sebut dongeng sato.
*      Kelebihan fabel adalah salah satu hal yang menarik bagi anak anak, dan fabel pun dapat memberikan hal positive di dalamnya.
v  Ciri ciri fabel :
-      Fabel mengambil tokoh para binatang
-      Watak tokoh para binatang digambarkan ada yang baik dan ada yang buruk ( seperti watak manusia ).
-      Tokoh para binatang bisa berbicara seperti manusia
-      Cerita memiliki rangkaian peristiwa yang menunjukkan kejadian sebab akibat. Rangkaian sebab akibat diurutkan dari awal sampai akhir.
-      Fabel menggunakan latar alam ( hutan, sungai, kolam )
-      Ciri bahasa yang di gunakan :
a.    Kalimat naratif / peristiwa
b.    Kalimat langsung yang berupa dialog para tokoh
c.    Menggunakan kata sehari hari dalam situasi tidak formal
-      Menunjukkan penggabaran moral/unsur moral dan karakter manusia serta kritik tenntang kehidupan ( cerita moral).
-      Menggunakan gaya penceritaan yang pendek
-      Menggunakan pilihan kata yang mudah
-      Terdiri atas empat bagian, yaitu perkenalan, muncul konflik/masalah, masalah memuncak, penyelesaian.
v  Unsur Instrinsik Fabel :
-      Tema = gagasan yang mendasari cerita
-      Alur = rangkaian peristiwa yang membangun cerita /  jalan cerita
-      Penokohan = pemberian karakter pada tokoh
-      Latar/setting =  tempat, waktu, suasana dalam cerita
-      Amanat = pesan yang disampaikan pengarang dalam cerita ( eksplisit / implisit )
-      Tokoh = pelaku dalam cerita
Ciri tokoh utama  :
a.    Sering di bicarakan
b.    Sering muncul
c.    Menjadi pusat cerita ( menggerakkan jalan cerita )
§  Penggunaan konjungsi pengurutan pada fabel = sesudah, sebelum, lalu, mula-mula, kemudian, selanjutnya, setelah itu, atau akhirnya.
v  Jenis jenis fabel
1.     Menggunakan koda = mulai terjadi masalah -> klimak -> resolusi -> koda
2.    Tidak menggunakan koda = = mulai terjadi masalah -> klimak -> resolusi
3.    Fabel alami = menggunakan laatar alam ( di hutan, sungai,laut, rawa , dsb )
4.    Fabel adaptasi = menggunakan latar tempat lain
5.    Menurut waktu kelahiran
a.    Fabel tradisional
-      Ceritanya sangat pendek, tema sederhana
-      Kental petuah / moral
-      Sifat hewani masih melekat
b.    Fabel modern
-      Ceritanya bisa pendek/panjang, tema lebih rumit
-      Merupakan epik/ saga
-      Karakter masing masing tokoh unik
-      Tidak mengikuti kehewanannya
6.    Menurut Isinya
a.    Fantasi = berisi fantasi / khayalan
-      Menggambarkan dunia yang tidak nyata
-      Dunia mirip dengan kenyataan dan menceritakan hal hal aneh
-      Menggambarkan suasana yang asing dan peristiwa peristiwa yang sukar di terima akal.
b.    Fiksi ilmiah
-      ulasan ulasan materi yang bersifat keilmiahan
-      didasarkan pada hipotesis tentang ramalan yang masuk akal
v  struktur isi :
a.    judul
b.    orientasi ( perkenalan )
c.    komplikasi ( muncul masalah )
d.    klimaks ( masalah memuncak )
e.    penyelesaian ( resolusi )
f.    amanat /  pesan
v  ciri ciri bahasa :
a.    memuat kata kata sifat
b.    memuat kata kata keterangan = latar/setting
c.    memuat kata kerja
d.    terdapat sudut pandang ( point of view )
B.   Menceritakan Kembali Isi Fabel
1.     Membaca secara keseluruhan isi cerita
2.    Mencatat tokoh dan perwatakan
-      Tokoh sentral
-      Tokoh bawahan
-      Tokoh latar
3.    Mencatat latar cerita
4.    Mencatat alur cerita
5.    Menceritakan kembali isi fabel
C.   Menelaah Struktur dan Bahasa Fabel
v  struktur fabel
1.     orientasi
pengenalan tokoh,latar, watak tokoh, dan konflik
2.    komplikasi
muncul masalah hingga masalah memuncak
3.    resolusi
penyelesaian masalah
4.    koda
nilai moral pada akhir cerita
5.    evaluasi
penilaian terhadap jalannya cerita
6.    reorientasi
penyimpulan isi akhir cerita
v Variasi Pengungkapan Struktur Fabel
*      Mencermati variasi pengungkapan orientasi
·         Diawali dengan deskripsi latar
“ pagi itu sang mentari menampakkan diri dengan senyuman terindahnya”
·         Diawali dengan latar dan kegiatan tokoh
“ di keheningan malam kura kura nampak tidur pulas bersama katak sahabat baiknya”
·         Di awali dengan latar di masa lalu
“ pada zaman dahulu hiduplah sekelompok gajah raksasa “
-      Ciri ciri bahasa orientasi : di sebuah hutan...
*      Mencermati Pengungkapan Komplikasi
·         Di awali dengan konflik batin
“ semakin lama kura kura merasa hidupnya tidak berguna lagi. Dia merasa hanya bisa merepotkan teman temannya “.
·         Di awali dengan konflik fisik
“ ketika gajah memasuki areal perkampungan semut merah, tanpa di duga pasukan semut merah tiba tiba menyerangnya “
·         Di awali dengan perubahan latar dan peristiwa tiddak mengenkkan tokoh
“ bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Ternyata semua keadaan tak ada yang abadi. Persahabatan gajah dan semut di landa perpecahan. Semut mulai mengkhianati persahabatan itu.”
-      Ciri bahasa komplikasi : tiba tiba.... , tanpa di duga ...... , tidak di sangka sangka ....
*      Mencermati Pengungkapan Klimaks
·         “Ketegangan memuncak keadaan tak dapat di kendalikan lagi. Pertengkaran semakin menjadi dan kondisi hutan habis terbakar”
·         “Kesabarannya menghadapi kasuari yang sombong itu telah habis.....
·         “ cici terus berlari di kejar singa. Meski sekuat tenaga berlari dia tertangkap juga. Cici suudah terseok seok kelelahan. Sementara singa sudah semakin dekat. Tiba tiba hup ada yang menarik kakinya kebalik semak. Dia menjerit ketakutan.”
·         “ ketak terus berjalan dan terus menghina hewan hewan lain yang di temuinya.  Setelah semut dan ikan di hinanya, kini giliran burung di hina oleh katak. Burung membalas menghina katak.”
-      Ciri ciri bahasa klimaks = semakin... , pada puncaknya kesabarannya tak bisa di bentuk....
*      Mencermati variasi pengungkapan resolusi
·         Di awali dengan meredanya konflik
“ akhirnya masalah menjadi jelas. Tak ada salah paham lagi diantara kelompok gajah dan semut.”
·         Di awali dengan dialog yang menandakan amannya keadaan
“ ayo cepat ci...” dengan rasa kebersamaan akhirnya merekapun selamat
·         Ternyata kura kura yang menyebabkan kesalahpahaman ini
-      Ciri bahasa resolusi = dia menyadari... , akhirnya ...
-      Ciri isi resolusi :
a.    Menyatakan pemecah masalah atau kondisi akhir peristiwa
b.    Akibat dari semua perilaku tokoh
c.    Ganjaran yang di terima tokoh
d.    Perubahan watak tokoh menjadi baik
*      Mencermati Variasi Pengungkapan Koda
·         “ pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita itu adalah ...
·         “ kuda berkulit harimau yang mejadi tokoh itu melambangkan bahwa sepandai pandai nya orang berpura pura .....
*      Mencermati Variasi Pengembangan Watak Tokoh
·         Deskripsi fisik tokoh ( fani adalah kelinci yang lucu. Bulunya putih bak mutiara.matanya sebening air danau...)
·         Kegiatan tokoh ( singa mengaum menunjukkan taringnya yang putih dan tajam. Ia menggaruk garuk tanah mennadakan amarahnya...)
·         Dialog tokoh dengan diri sendiri/monolog (“ ah...kue ini pasti enak sekali jika kumakan sendiri tanpa kubagi dengan mereka.” Gumamnya dalam hati
·         Dialog dengan tokoh lain ( “ah..kamu tidak bisa terbang karena kakimu kecil, kata katak pada semut. “ jangan menghina, katak” burung berkata bijak.
*      Mencermati pola pengembangan judul
·         Judul berasal dari nama tokoh
-      Cici dan serigala
-      Kelinci dan tikus
·         Judul di kembangkan bberdasarkan sifat tokoh
-      Tikus yang baik hati
-      Gajah penolong
-      Merak yang pemurah
·         Judul diambil dari tema
-      Semua istimewa
v  Unsur Kebahasaan Dalam Cerita Fabel
a.    Penggunaan kata sifat / adjectiva : menerangkan kata benda
Ciri ciri :
1.     Dapat bergabung dengan partikel tidak, lebih, sangan, agak
Contoh : tidak sakit, lebih cantik, sangat rajin, agak kasar
2.    Dapat mendampingi kata benda
Contoh : baju baru, orang tampan, mobil kuno
3.    Dapat diulang dengan imbuhan se-nya
Contoh : sebaik baiknya, serendah rendahnya, sesabar sabarnya
4.    Dapat diawali oleh imbuhan ter- yang bermakna paling
Contoh : terhebat hebatnya,  terpandai, tercantik, termurah
o   Berdasarkan bentuknya kata sifat di bedakan sebagai berikut :
1.     Kata sifat dasar
a)    Kata sifat dasar yang dapat di ikuti kata sangat dan lebih
Contoh : adil, ajaib, gemuk, kurus, kagum, lapar, cukup, bahaya, pelit, jahat.
b)   Kata sifat dasar yang tidak dapat diikuti kata sangat dan lebih
Contoh : buntu, genap, langsung, musnah, tentu, gaib,cacat
2.    Kata sifat turunan
a)    Kata sifat turunan berafiks
Contoh : termiskin, termahal, tercenung
b)   Kata sifat bereduplikasi
Contoh : pandai-pandai, cantik-cantik, tua-tua, berat-berat
c)    Kata sifat ke-R-an atau ke-an
Contoh : kegerahan, kemerah-merahan,keramaian
d)   Kata sifat berafiks –i (atau alomorfnya)
Contoh : alami, alamiah, hewani,nabati, manusiawi,jasmani, insani,rohaniah
e)   Kata sifat yang berasal dari berbagai kelas kata melalui proses berikut.
ü  Deverbalisasi
Contoh : memelukan, melengking, mencekam, merangsang, terpaksa, tersinggung, terharu, terhormat
ü  Denominalisasi
Contoh : berbahaya, berdusta, berhati hati, dermawan, budiman, meradang, menyimpang, pemarah, penyayang, rahasia, siang, sukses, tinggi
ü  Deadverbialisasi
Contoh :  berkurang, bertambah, menyengat, melebih, bersungguh sungguh, mungkin
ü  Denumeralisasi
Contoh : mendua, manunggal, menyeluruh
ü  Diinterjeksi
Contoh : aduhai, sip, wah
3.    Kata sifat majemuk
a)    Subordinatif
Contoh : buta warna, besar mulut, busuk hati, kepala dingin, pahit lidah, rendah hati, panjang tangan, tinggi hati
b)   Koordinatif
Contoh : gagah berani, aman sentosa, besar kecil, letih lesu, lemah gemulai, porak poranda
b.    Penggunaan sinonim dan antonim
Sinonim yaitu kata kata yang memiliki kesamaan arti/makna
Antonim adalah kata kata yang berlawanan arti/makna
D.  Berlatih Memerankan Isi Fabel
Langkah langkah :
1.     Merancang tokoh, watak , dialog, latar sesuai isi fabel yang dibaca
2.    Menentukan urutan cerita fabel
Buatlah kerangka urutan peristiwa cerita fabel
3.    Merancang pemeran dari fabel yang dibaca
-      Rancang kalimat narasi, dialog dialog tokoh, dan musik pengiring/suasana/properti yang sesuai isi fabel
-      Tentukan narator, pemain, pengiring musik, dan pelengkap properti
-      Bentuk kelompok dan berlatihlah mengucapkan dialog dialog tersebut dengan intonasi dan gerak gerik yang sesuai
4.    Melakukan adu kreatif pemeran fabel

Perankan fabel secara berkelompok dan kelompok lain akan menilai.

Komentar

Posting Komentar